Selasa, 23 Agustus 2016

Asal Kata Gaul Dan Pacaran




Beberapa malam lalu saya berkunjung ke rumah salah seorang sahabat. Beliau sudah 15 tahun menetap di Mesir.

Ada banyak hal yang kami perbincangkan. Salah satunya tentang pengaruh bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia.

Selama ini memang saya sudah mengetahui banyak sekali kosakata bahasa kita yang diadopsi dari bahasa Arab.
Tapi yang menarik perhatian saya malam itu adalah 2 kosakata yang sama sekali saya sendiri tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa itu berasal dari bahasa Arab, yaitu kata "Gaul" dan "Pacaran".

Rupanya, menurut beliau, kata Gaul ini berasal dari bahasa Arab جَوْلٌ (jaul) yang bermakna berkeliling. Dalam dialek Mesir, huruf JIIM (ج) dibaca dengan huruf "G". Itu sebabnya Jamal dibaca Gamal. Jadi Jaul dibaca Gaul. Ya memang orang yang rajin berkeliling akan banyak mendapat kawan, informasi, dan lain-lain. Itu sebabnya, kalau ada orang yang ketinggalan info, kita sering bilang "kurang gaul", maksudnya kurang berkeliling. 😊


Adapun kata Pacaran, ini berasal dari kata بَشَارًا (basyaaran), yang bermakna interaksi suami isteri. Huruf ب dalam ejaan Turki dan Indonesia biasa dikkonversi menjadi Huruf P. Atau sebaliknya, Huruf P dalam bahasa kita, dikonversi menjadi huruf ب dalam bahasa Arab. Seperti kata "Balikpapan" yang dalam bahasa Arab tertulis باليكبابان. (Assalamu'alaykum Balikpapan 😊).
Makna filosofis yang saya tangkap adalah, bahwa Pacaran hakiki itu diselenggarakan setelah dua pasang kekasih telah resmi menjadi suami isteri.

Jadi, saya mungkin orang pertama diantara temannya Bang La Ode Munafar yang menolak gerakan #IndonesiaTanpaPacaran ☺️.

Karena kalau setelah menikah tidak "Basyaaran" lalu kita mau melakukan apa?! 😃
Jadi #IndonesiaHarusPacaran 😊

Tapi saya mengerti koq bahwa gerakannya Bang Munafar ini untuk menentang gaya pacaran pra nikah. :) *Peace.

BTW, saya sendiri belum melakukan penelusuran lebih jauh tentang kedua kata ini, Gaul dan Pacaran.
Namun setidaknya, kita sekali lagi dapat merasakan betapa kuat pengaruh bahasa Arab terhadap bahasa kita.
Agar menambah lagi optimisme, bahwa bahasa Arab sudah ada di Lisan kita. Bahasa yang mulia itu sudah begitu akrab di Lisan kita.

Bahasa Arab Bahasa Mulia. Lisan Arab Lisan Mulia. 👍👍👍

*****

Sahabat saya ini sedang berlibur di Indonesia untuk beberapa waktu. Ada rencana, beliau membawa isterinya, yang asli Mesir, suatu masa nanti, untuk menetap di Indonesia. Isteri beliau yang juga merupakan alumnus Universitas Al Azhar, Cairo,  ini tentu kedatangannya sangat dinanti oleh akhowat di sini. Karena akan sangat membantu akhowat dalam memperbaiki makhraj agar melafalkan huruf-huruf Arabnya benar dan sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa Arab.

Semoga niatan Royyan Syaikh Akbar, sahabat saya ini terealisasi. Saya pun sangat menantikannya.

@LisanMulia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar